Mencari Kekurangan Dan Aib Orang Lain

Senin, 3 November 2008 07:26:29 - oleh : admin
Diantara sifat seseorang yang paling buruk adalah suka mencari-cari kekurangan orang lain, merasa gembira jika ada orang lain terlanjur melakukan sesuatu yang tidak baik dan mengumpulkan kesalahan-kesalahan orang lain.

Permusuhan dengan orang lain membuat hidup seseorang menjadi keruh, tidak tenang dan keimanan serta keagamaannyapun terganggu. Coba anda perhatikan, orang yang selalu sibuk mengkritik dan mencari-cari kesalahan orang lain, maka biasanya ia mempunyai sensitiviti kritikan dan perasaan merasa puas yang luar biasa jika melihat orang yang dibencinya terkena suatu musibah. Sehingga seolah-olah seluruh kelenjar yang ada di dalam tubuhnya dipenuhi dengan racun yang membuatnya belum dapat lega dan tenang kecuali jika ia telah mengeluarkan seluruh racun tersebut.

Yang harus anda lakukan adalah tekad untuk berkarya, membangun dan memberi kemanfaatan kepada orang lain. Tinggalkan kritikan-kritikan yang tidak membina dan jangan sibukkan diri anda dengan kekurangan dan aib orang lain. Karena lalat tidak akan hinggap kecuali pada luka yang membusuk. Setiap orang memerlukan kawan yang selalu dapat saling  do’a mendo’akan antara sesama.

Yang harus anda perhatikan adalah diri anda sendiri,periksa dan carilah kekurangan dan aib yang ada pada diri anda, tuduh dan hukumlah diri anda sendiri, sehingga hal ini dapat membuat anda tidak punya waktu lagi untuk memeriksa dan mencai kekurangan orang lain. Akan tetapi sebagian orang  bahkan mengaibkan dirinya sendiri, bahkan ia puji, ia agap suci, dan ia selalu membelanya mati-maian, padahal dirinya tersebut dipenuhi dengan aib dan kekurangan.

Untuk balasan yang sesuai dengan perbuatannya, maka Allah s.w.t. mentakdirkan  mengutus orang yang akan menyingkap keburukan-keburukan orang seperti ini, yang akan menyebarkan aib dan kekurangannya serta yang akan menyangkal segala ucapanya, . Dan sebaliknya siapa yang menutup aib saudara seagama, maka Allah s.w.t. juga akan menutup aib dirinya. Da siapa yang melindungi dan menjaga kehormatan orang mukmin, maka Allah s.w.t. akan mentakdirkan seseorang yang juga akan menjaga dan melindungi kehormatan dirinya, sebagai balasan yang setimpal.

Sumber : Hakadha Haddathana Al-zaman

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Santapan Rohani" Lainnya