Kisah Rombongan DPR Bertemu TKW (1)

Sabtu, 20 November 2010 08:58:00 - oleh : admin
Kisah Rombongan DPR Bertemu TKW (1)





Rombongan DPR "Telantarkan" TKW di Dubai

Jumat, 19 November 2010 | 08:19 WIB



AGUS SAFARI

Rombongan tenaga kerja indonesia tengah menunggu keberangkatan pesawat menuju Jakarta di Bandara Dubai, Sabtu (6/11/2010).



KOMPAS.com 
Cerita pilu Sumiati, tenaga kerja wanita yang disiksa majikannya di
Arab Saudi, menghias halaman pemberitaan media beberapa hari ini. Sikap
abai ternyata bukan hanya milik para majikan yang kejam di negeri orang.
Para wakil rakyat, yang menjadi anggota parlemen karena dipilih oleh
rakyat, pun menunjukkan sikap abai saat rakyat yang memilihnya tengah
kelimpungan di negeri seberang.

Rombongan Anggota DPR yang tengah
melakukan kunjungan kerja ke Moskwa, Rusia, dilaporkan ”menelantarkan”
seratusan lebih tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia yang tengah
kebingungan di Dubai. Di antara para TKW itu ada yang kedua tangannya
melepuh karena disiram air keras oleh majikannya di Arab Saudi.
Sementara, satu orang TKW lainnya mengalami pendarahan di perut. 

”Mereka
egois sekali. Tidak ada satu pun yang peduli dengan nasib rakyat yang
mereka wakili yang tengah kebingungan. Mereka menelantarkan para TKW di
Dubai,” tutur Adiati Kristiarini, seorang warga Indonesia yang
mendampingi para TKW, dalam perbincangan dengan Kompas.com beberapa waktu lalu. 

Ia
menceritakan, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (6/11/2010). Ia bersama
suaminya transit di Bandara Dubai dalam penerbangan New York-Jakarta. Di
Gate 206 Bandara Dubai, mereka menunggu keberangkatan Pesawat Emirates
dengan nomor penerbangan EK 358 tujuan Jakarta yang dijadwalkan
berangkat pukul 10.25 waktu setempat. 

Di situ, menunggu pula
rombongan TKW yang jumlahnya ia perkirakan sekitar 150 orang. Adiati
mengetahui kemudian, ternyata para TKW itu tidak saling kenal dan tidak
pergi dalam satu koordinasi kelompok rombongan. Secara kebetulan saja
mereka bertemu di bandara. Ada juga rombongan anggota DPR yang hendak
pulang seusai melakukan studi banding ke Rusia. 

Kebingungan 

Sekitar
30 menit menunggu, tutur Adiati, ada pengumuman bahwa penerbangan ke
Jakarta dibatalkan karena lalu lintas udara Indonesia tidak aman akibat
letusan Gunung Merapi. Oleh Emirates, para penumpang diarahkan menuju
hotel. Dari sinilah kepanikan dan kericuhan dimulai. Para TKW itu
bingung. Mereka tidak tahu harus berbuat apa, sementara petugas Emirates
dirasa kurang informatif. 

Menurut Adiati, sebelum tiba di Hotel
yang terletak di luar bandara, mereka harus melewati sejumlah prosedur.
Inilah yang membingungkan para TKW sebab banyak di antara mereka tidak
bisa berbahasa Inggris. ”Para TKW itu adalah orang-orang sederhana dan
lugu. Mereka kebingungan. Saya dan beberapa orang Indonesia lain lalu
spontan saja berinisiatif membantu mereka,” ujar Adiati. 

Inisiatif
membantu para TKW yang jumlahnya seratusan ini ternyata dilakukan
sporadis oleh sejumlah orang Indonesia yang ada di situ. Agus Safari,
seorang peneliti yang juga transit di Dubai dari Rusia, menceritakan
dalam e-mail-nya kepada Kompas.com, prosedur dari bandara menuju hotel memang terasa berbelit.




Saya heran, kok mereka tidak tergerak ya mengatasi rakyat yang memilih mereka sedang panik dan bingung.

-- Riny Konig



Pertama, para penumpang harus antre untuk mendapatkan visa sponsorship.
Setelah itu, mereka harus menjalani cek imigrasi. Seusai urusan
imigrasi, mereka harus datang ke satu loket untuk mencap kartu visa.
Kemudian, harus antre lagi untuk scan mata di satu sudut yang jaraknya cukup jauh dari counter cap

Sejumlah
orang Indonesia, tutur Agus, secara spontan pontang-panting mencoba
mengarahkan para TKW yang kebingungan. Suasananya sangat riuh. Di tengah
keriuhan, menurut Agus, rombongan anggota Dewan terlihat duduk
berkelompok di sudut ruang tunggu, sementara kartu visa mereka
dikerjakan oleh agen tur mereka. Agus mengenali mereka sebagai anggota
DPR sebab ia satu pesawat dalam penerbangan dari Rusia. Temannya di
Kedutaan Besar Rusia memberi tahu Agus soal rombongan ini.

Tidak tergerak 

”Saya
heran, kok mereka tidak tergerak ya mengatasi rakyat yang memilih
mereka sedang panik dan bingung. Mereka hanya tertawa-tawa dan ngobrol,
dan saya sempat mendengar celetukan mereka saat saya sedang mengarahkan
para TKW ini, ’ya, kita bermalam di Dubai ini sekalian saja untuk
menghabiskan sisa rubel (mata uang Rusia)’. Masya Allah...,” cerita
Agus. 

Di antara orang Indonesia yang spontan membantu para TKW
ada juga Riny Konig. Ia juga transit di Dubai dalam penerbangan dari
Swiss. Menurut Riny, karena kesulitan komunikasi, para TKW ini banyak
yang dibentak-bentak oleh petugas bandara. 

”Di sebelah saya ada
orang-orang Indonesia dengan paspor biru. Mereka diam saja melihat para
TKW dibentak-bentak. Kok, ya enggak ada hati orang-orang ini,” tutur
Riny saat berbincang dengan Kompas.com, beberapa waktu lalu, dengan nada jengkel. 

Adiati,
Agus, dan Riny mulanya tidak saling kenal. Mereka dipertemukan oleh
spontanitas menolong para TKW yang kebingungan. Ada sejumlah orang
Indonesia lainnya yang juga spontan membantu secara sporadis. ”Hanya
faktor rasa kebangsaan dan kemanusiaanlah yang membuat kami berbuat,”
kata Agus


 


sumber ; kompas

kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "Lain-lain" Lainnya

Asma'ul Husna

Pesan Singkat Anda

Team Support

Supeno

Indra Saksono

 

 CALL / SMS :

Cik Noi: 0813 5980 2025

Bp.Sugeng: 0812 3351 6187

Ibu Hanik: 0856 0871 4373

Bp.Nawawi: 0813 3531 9772

Bp.Mukhson:0851 02791925

Sdr.Masruchin:085232278474

 

Gabung Di Facebook

Kajian Islami

PELUANG JADI PENGUSAHA