Kisah Rombongan DPR Bertemu TKW (2)

Sabtu, 20 November 2010 09:04:58 - oleh : admin
Kisah Rombongan DPR Bertemu TKW (2)





Saya dari Moskow, Tugas Negara

Jumat, 19 November 2010 | 08:34 WIB



AGUS SAFARI

Foto
sejumlah TKW dan anggota DPR di Dubai. Kiri, seorang anggota DPR tengah
berjalan dengan tangan dimasukkan ke dalam saku celana di Hotel Holiday
Inn, Dubai, Minggu (7/11/2010). Tengah, perempuan yang mengenakan jaket
kuning dan berjilbab adalah tenaga kerja wanita Indonesia yang kedua
tangannya melepuh disiram air keras. Matanya pun memerah karena di colok
majikannya. Ia baru bekerja satu minggu di Madinah dan dipulangkan.
Kanan, rombongan anggota DPR tampak berkerumun di pinggir jendela di
Hotel Holiday Inn, Dubai, Minggu (7/11/2010).




KOMPAS.com — Seusai keruwetan berurusan dengan administrasi Bandara Dubai,
rombongan penumpang pesawat Emirates dengan nomor penerbangan EK 358
yang batal terbang menuju Jakarta akhirnya tiba di Hotel Holiday Inn,
tidak jauh dari bandara, Sabtu (6/11/2010). 

Di sini, para TKW
kembali gaduh. Lagi-lagi mereka bingung dengan urusan pembagian kamar.
Riny Konig, Adiati Kristiarini, Agus Safari, dan sejumlah orang
Indonesia kembali turun tangan mengatur mereka yang kebingungan. 

Dalam perbincangan dengan Kompas.com,
beberapa waktu lalu, Riny Konig menuturkan, saat mereka tengah sibuk
mengoordinasi seratusan TKW, tiba-tiba seorang perempuan menegurnya. 

”Bu, tolong, dong, dibilangin rombongannya jangan ribut, malu-maluin negara aja, kan enggak enak ribut begitu,” tegur perempuan itu kepada Riny.
”Rombongan mana, Bu?” tanya Rini.
”Itu, rombongan TKW,” kata perempuan itu.
Lha,
saya bukan TKW, Bu. Saya ini ingin pulang ke Indonesia, berlibur,
kebetulan bertemu dengan mereka. Mereka ribut karena bingung Bu, banyak
yang bertahun-tahun enggak pulang, kasihan. Ibu mau liburan juga?” tanya
Rinny.
”O enggak, saya baru pulang dari Moskow, tugas negara,” kata
perempuan itu yang menurut Rinny hanya tetap berdiri tanpa ikut
membantu para TKW yang gaduh karena bingung. Belakangan, Riny tahu
perempuan itu adalah anggota DPR yang habis melakukan studi banding di
Moskwa, Rusia. 

Mereka menginap di hotel itu satu malam. Selama
satu malam itu pula Riny, Atik, Agus, dan kawan-kawan Indonesia lainnya
mendata satu-satu kamar para TKW yang jumlahnya sekitar 150 orang.
”Hampir setiap jam kami berhubungan dengan informasi hotel, apa itu
untuk membantu mereka urusan kamar, urusan telepon, urusan makan, shuttle bus ke Dubai City untuk menukar uang dan belanja minuman dan snack karena di hotel mahal,” terang Riny. 

Tangan melepuh dan pendarahan 

Sementara,
Adiati menceritakan, di antara para TKW itu ada seorang TKW yang kedua
tangannya melepuh disiram air keras oleh majikannya di Arab Saudi.
Matanya pun merah karena dicolok oleh majikannya. 

”Saya lupa
namanya. Dia dari Karawang. Baru satu minggu kerja sudah mendapat
kekerasan dan dipulangkan. Ia tidak punya bekal uang sama sekali. Cuma
bawa tas kecil berisi dua potong pakaian. Ia diam terus, tidak banyak
bicara. Kasihan sekali,” tutur Adiati. 

Selain itu, ada pula
seorang TKW yang perutnya mengalami pendarahan. Namanya Ipah. Ia
sebenarnya sudah memiliki janji dengan seorang dokter di Jakarta untuk
operasi pengambilan kista di perutnya pada hari Senin
(8/11/2010). Adiati yang mendampingi Ipah selama bermalam di hotel
menceritakan, Ipah  terus berbaring selama menunggu kepastian terbang.

”Tidak
ada satu pun anggota Dewan yang terhormat itu menaruh perhatian pada
nasib dua TKW ini. Mereka pasti tidak tahu karena memang tidak pernah
mau tahu,” ucap Adiati kesal. 




Di mata orang DPR, TKW itu enggak ada harganya. Ya, memang beginilah nasib kami, selalu dianggap menyusahkan di negeri sendiri.

-- Diah, TKW di Madinah



Bapak, kan anggota DPR 

Esoknya,
Minggu (7/11/2010), ”relawan” Indonesia dan para TKW melakukan
”konsolidasi” di lobi hotel. ”Kami mendata kembali satu per satu
teman-teman TKW. Kami mengingatkan agar masing-masing jangan bergerak
sendiri dan memisahkan diri supaya mudah melakukan koordinasi jika ada
pengumuman kapan pesawat ke Jakarta akan terbang," ungkap Riny. 

Ia
menuturkan, saat para ”relawan” sibuk mendata para TKW, seorang lelaki
tampak berdiri menonton. ”Spontan saya bilang ke dia, Pak, mestinya
Bapak yang ngurusin para pahlawan devisa ini, kan Bapak anggota
DPR. Ini di depan mata Bapak jelas-jelas ada rakyat Bapak yang
kesusahan, kasihan, kan,” kata Riny. 

”Maaf, Bu. Saya bukan
anggota DPR, tetapi terima kasih banyak ya, Ibu dan teman-teman sudah
menolong mereka,” kata lelaki itu seperti ditirukan Riny. Ia mengetahui
kemudian, lelaki itu adalah petugas agen travel yang mengurus perjalanan rombongan anggota DPR. 

Menurut
Rini, lelaki itu kemudian membalikkan punggung, bergabung dengan
rombongan anggota DPR yang duduk tidak jauh dari situ. Beberapa orang
dari mereka, kata Rini, sempat menoleh saat ia berbicara dengan lelaki
dari agen travel  tersebut karena berbicara dengan suara
lantang. ”Mereka, ya enggak ikut membantu tuh, habis itu malah keluar
menuju mobil sewaan,” ungkap Rini. 

"Ngapain" cari duit ke luar negeri 

Sementara
itu, salah seorang TKW, Diah, punya pengalaman yang menurutnya tidak
mengenakkan saat ia mencoba menyapa satu-satunya perempuan anggota Dewan
dalam rombongan tersebut. Ia bertanya kepada perempuan itu apakah sudah
ada informasi kapan pesawat akan terbang menuju Jakarta. 

”Eh, bukannya menjawab, ibu itu malah balik bertanya ke saya dengan ketus, ngapain cari duit ke luar negeri, di dalam aja banyak kok. Saya kaget, kok ditanya baik-baik malah ngomong ketus banget. Saya bilang aja kalo saya emang orang miskin, cari duit ke mana aja yang penting halal,” terang Diah saat dihubungi Kompas.com, Kamis (18/11/2010). 

Diah
pun langsung melengos pergi. ”Di mata orang DPR, TKW itu enggak ada
harganya. Ya, memang beginilah nasib kami, selalu dianggap menyusahkan
di negeri sendiri,” katanya. 

Diah sudah empat tahun bekerja
untuk sebuah keluarga di Madinah, Arab Saudi. Ia bersyukur mendapat
majikan yang baik. ”Saya cuti pulang kampung selama dua bulan untuk nengok anak. Majikan saya sayang sama saya. Dia malah nangis nganter saya pulang, minta saya cepet balik lagi ke Madinah,” katanya. 

Mereka pulang duluan 

Selanjutnya,
Minggu sore, seperti diceritakan Agus Safari, mereka mendapat kabar
bahwa pesawat akan berangkat pada pukul 01.00 waktu Dubai (Senin,
8/11/2010). Kembali terjadi kegaduhan. 

”Tidak mudah mengatur
seratusan orang. Para TKW itu tersebar. Pelan-pelan kami mengumpulkan
mereka di lobi. Tidak semua dapat terangkut oleh bus yang disediakan.
Jadi kami berangkat secara bertahap menuju bandara,” ujar Agus. 

Saat
itu, Agus merasa heran sebab hingga di bandara ia tidak melihat seorang
pun rombongan DPR. ”Rupanya mereka sudah pulang duluan naik penerbangan
pukul 20.00. Luar biasa tuan-tuan yang terhormat itu, mereka ngeloyor pergi duluan tanpa sedikit pun mengindahkan rakyatnya yang kelabakan ini,” kata dia. 

Studi banding rumah susun 

Menurut catatan Kompas.com,
anggota DPR yang pergi ke Rusia adalah rombongan Komisi V yang tengah
melakukan studi banding terkait RUU Rumah Susun. Selain ke Rusia, Komisi
V juga melakukan studi banding yang sama ke Italia. 

Informasi yang dihimpun Kompas.com,
anggota rombongan studi banding rumah susun adalah Yasti Soepredjo
Mokoagow dari Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN), Muhidin Mohamad
Said (Fraksi Partai Golkar), Roestanto Wahid (Fraksi Partai Demokrat),
Usmawarnie Peter (Fraksi Partai Demokrat), Sutarip Tulis Widodo (Fraksi
Partai Demokrat), Zulkifli Anwar (Fraksi Partai Demokrat), Riswan Tony
(Fraksi Partai Golkar), Eko Sarjono Putro (Fraksi Partai Golkar), Roem
Kono (Fraksi Partai Golkar), Irvansyah (Fraksi PDI-P), Sadarestuwati
(Fraksi PDI-P), Chairul Anwar (Fraksi PKS), Ahmad Bakri (Fraksi PAN),
Epyardi Asda (Fraksi PPP), Imam Nahrawi (Fraksi PKB), dan Gunadi Ibrahim
(Fraksi Partai Gerindra).


(Selesai)


kompas.com


kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "Lain-lain" Lainnya

Asma'ul Husna

Mutiara Hikmah Hari Ini

Pesan Singkat Anda

Team Support

Supeno

Indra Saksono

 

 CALL / SMS :

Cik Noi: 0813 5980 2025

Bp.Sugeng: 0812 3351 6187

Ibu Hanik: 0856 0871 4373

Bp.Nawawi: 0813 3531 9772

Bp.Mukhson:0851 02791925

Sdr.Masruchin:085232278474

 

Gabung Di Facebook

Kajian Islami

PELUANG JADI PENGUSAHA