Derita Tak Bertepi TKI di Arab Saudi

Senin, 22 November 2010 08:43:29 - oleh : admin

Derita Tak Bertepi TKI di Arab Saudi 


 


 


Jakarta - Berita penganiayaan para TKI di Arab Saudi seakan menjadi makanan sehari-hari.
Belum tuntas satu masalah, timbul lagi masalah lain yang lebih pelik. Masihkah
pengiriman TKI ke negeri para nabi ini dilanjutkan?


Sumiyati, TKW malang
asal Nusa Tengara Barat (NTB) seolah mengingatkan kita pada tragedi-tragedi
penganiayaan oleh majikan terhadap TKI di Arab Saudi. Padahal, para pahlawan
devisa ini tulus meninggalkan keluarga dan kampung halaman untuk tujuan yang
mulia.

Sumiati misalnya, tujuan dia ke Arab Saudi adalah untuk
mengumpulkan uang demi memenuhi cita-citanya, menjadi guru. Dia pun rela jauh
dari keluarga untuk membiayai kuliah kelak agar jadi seorang guru. Namun, belum
sampai cita-cita itu terwujud, tubuh mungilnya babak belur dihajar oleh
majikan.

Kasus Sumiati belum usai, muncul lagi kasus yang lebih sadis,
TKI asal Cianjur, Jawa Barat, Kikim Komalasari ditemukan tewas di sebuah tong
sampah. Tak pelak, kedua kasus penganiayaan yang mengebohkan itu mendapatkan
perhatian serius Presiden SBY.

"Pelakunya tentunya harapan kita mendapat
sanksi hukum yang setimpal," kata SBY saat membukan rapat internal soal TKI di
Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (19/11/2010)
lalu.

Bahkan untuk memudahkan pelaporan TKI jika mendapat perlakuan yang
tidak adil dan tidak baik, SBY mengusulkan mereka difasilitasi handphone
(HP).

"Saat ini sedang dirumuskan mereka akan diberi HP dan dijelaskan
kepada siapa mereka harus memberi tahu (melaporkan) dan apa saja yang
dilaporkan," kata SBY.

Namun banyak yang berpendapat pemberian HP kepada
para TKI bukanlah solusi. Pemerintah diminta tegas, atau kalau perlu tidak lagi
mengirimkan TKI ke Arab Saudi.

"Perlu pendataan ulang kembali bagi TKI
yang sudah bekerja di luar negeri. Sementara dihentikan dulu yang akan dikirim,"
kata Sekjen PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo kepada detikcom, Jumat
(19/11/2010).

Politisi PDIP lainnya, Rieke 'Oneng' Pitaloka meminta
pemerintah seharusnya malu karena tidak bisa menyediakan lapangan kerja di dalam
negeri. Akibat dari minimnya lapangan kerja di Tanah Air, ribuan warga Indonesia
bermigrasi ke Arab Saudi untuk mengadu nasib sebagai pembantu dan pekerja kasar
yang lain.

"Kalau tidak mampu melindungi TKI kita, jangan mengirim (TKI).
Harusnya malu pemerintah karena tidak bisa menciptakan lapangan kerja di dalam
negeri, ribuan orang menjadi pekerja kasar di negeri orang," kata
Rieke.

Protes terhadap Arab Saudi pun juga tiada henti. Hampir setiap
hari berbagai demonstrasi mengecam perlakuan keji oleh para majikan di Arab
Saudi berlangsung. Hari ini saja, Kedubes Arab Saudi yang terletak di Jl MT
Haryono didemo oleh tiga kelompok massa.

Meski pemerintah Arab Saudi
menjamin penganiaya Sumiati akan ditahan, namun janji ini tidak menyurutkan
masyarakat dan pemerintah Indonesia untuk terus memperjuangkan keadilan bagi
pahlawan devisa yang kini sedang teraniaya itu.

"Saudi Arabia penjahat
kemanusiaan," demikian bunyi spanduk kecaman yang dibawa salah seorang
demonstran depan Kedubes Arab Saudi beberapa waktu lalu.
detikcom

kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "Lain-lain" Lainnya

Asma'ul Husna

Pesan Singkat Anda

Team Support

Supeno

Indra Saksono

 

 CALL / SMS :

Cik Noi: 0813 5980 2025

Bp.Sugeng: 0812 3351 6187

Ibu Hanik: 0856 0871 4373

Bp.Nawawi: 0813 3531 9772

Bp.Mukhson:0851 02791925

Sdr.Masruchin:085232278474

 

Gabung Di Facebook

Kajian Islami

PELUANG JADI PENGUSAHA