Pelukan Terakhir - Kisah 2 Anak Yatim Piatu

Minggu, 8 Februari 2015 12:20:29 - oleh : admin
Pelukan Terakhir - Kisah 2 Anak Yatim Piatu

Pelukan Terakhir - Kisah 2 Anak Yatim Piatu







Udara begitu dingin malam itu. Ada dua orang anak kecil yang sedang
duduk saling berdekapan di teras samping rumah tingkat yang gelap, tanpa
penerangan sedikitpun. Hanya pancaran cahaya lampu jalan milik
rumah-rumah di sekitar kompleks itu yang menerangi gigilan hebat tubuh
mereka. Sang adik kira-kira baru berusia 6 tahun sementara sang kakak
berusia sekitar 8 - 9 tahun. Tubuh sang kakak amat kurus dan gigilan
tubuhnya lebih hebat dibandingkan dengan adiknya yang sedang tertidur di
dekapannya. Tak ada selimut, tak ada jaket, tak ada makanan. Mereka
hanya mengenakan baju pendek dan celana pendek.
Sang adik tiba-tiba terbangun dan merintih karena perutnya terasa sakit.
Sejak kemarin mereka belum makan. Mereka tak punya uang sepeserpun
walau hanya untuk membeli sepotong roti.
" kak, perutnya sakit..." erang sang adik yang mau tidak mau membuat sang
kakak jadi kebingungan. Ia pun sangat lapar dan kedinginan. Tapi, apa
yang bisa mereka makan??

"tidur aja, dik...besok pagi kita pasti bisa makan" sang kakak berusaha
menghibur adiknya walau suaranya semakin parau karena kedinginan. Sang
adik pun tertidur, tapi sang kakak bisa merasakan kalau sang adik sedang
terisak di pelukannya. Sang kakak tahu, perut adiknya pasti sangat
lapar, sama seprti dirinya. Ia pun tidak tahu sampai kapan mereka akan
tetap bertahan kalau keadaannya seperti ini terus.
Sejak dua hari yang lalu, ibu mereka meninggal dunia dan mereka sudah
tidak punya tempat tinggal lagi. Ayah merekapun sudah lama meninggal.
Mereka tak punya sanak saudara untuk mereka jadikan sebagai sandaran
hidup. Akhirnya mereka terlunta-lunta di jalanan tanpa sedikitpun uang
dan pakaian. Mereka diusir dari rumah kontrakan yang tadinya mereka
tempati bersama ibu mereka. Anak kecil mana bisa bayar uang kontrakan,
begitu alasan sang pemilik rumah kontrakan itu.

Sejak kemarin, mereka terus berjalan tanpa tujuan. Baru menjelang malam
mereka sampai di teras rumah yang sekarang menaungi tubuh rapuh mereka.
Sang kakak tidak merasa yakin mereka bisa melewati malam yang begitu
dingin itu. Mereka tidak berani meminta tolong penduduk sekitar. Mereka
masih kecil dan terlalu takut untuk meminta tolong. Karena mereka tau,
mereka akan dipandang sebelah mata, dianggap pengemis yang hanya
berpura-pura mengemis untuk membiayai orang tua mereka yang
pengangguran.

Di tengah rintikan halus hujan malam yang dingin itu, dua orang kakak
adik itupun tertidur dengan perut yang sangat lapar dan tubuh yang
lemah, hanya berselimutkan tubuh satu sama lain yang saling berpelukan.

Pagi harinya, saat sang adik terbangun, ia menemukan kakaknya sedang
merintih kesakitan sambil memegangi perutnya. Sang adik yang masih kecil
itupun panic dan pada awalnya dia hanya bisa menangis. Tangisannya
itulah yang pada akhirnya mengundang perhatian penduduk sekitar. Semua
orang berdatangan untuk melihat siapa yang menangis sepagi itu. Beberapa
orang langsung menghampiri dua tubuh kurus itu lalu memeriksa keadaan
mereka.
Baju mereka basah kuyup dan tubuh sang kakak amat panas. Beberapa orang
lainnya mengambilkan pakaian untuk mereka, beberapa orang lagi
memberikan makanan dan ada seorang ibu yang dengan baik hati mau
mengolesi perut sang kakak dengan minyak angin karena sang kakak
mengeluh perutnya amat sakit. Sang adik terdiam dari tangisannya dan
dibawa oleh seorang penduduk ke rumahnya. Sementara sang kakak yang
merintih kesakitan, langsung dilarikan ke rumah sakit untuk diperiksa
dokter.

Rupanya, hari itu adalah hari terakhir sang kakak beradik itu bertemu.
Karena setelahnya, mereka tidak pernah bertemu lagi selamanya. Sang
kakak meninggal di rumah sakit karena penyakit angin duduknya sudah
sangat parah akibat kehujanan semalaman ditambah dengan perutnya yang
kosong. Sang adik pun dirawat oleh salah seorang penduduk, ia selamat.


Ref: Dunia Motivasi dan Inspirasi.


 

kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "Kisah Donatur (Dahsyatnya Sedekah),Yatim Piatu Dll" Lainnya

Asma'ul Husna

Mutiara Hikmah Hari Ini

Pesan Singkat Anda

Team Support

Supeno

Indra Saksono

 

 CALL / SMS :

Cik Noi: 0813 5980 2025

Bp.Sugeng: 0812 3351 6187

Ibu Hanik: 0856 0871 4373

Bp.Nawawi: 0813 3531 9772

Bp.Mukhson:0851 02791925

Sdr.Masruchin:085232278474

 

Gabung Di Facebook

Kajian Islami

PELUANG JADI PENGUSAHA