Kenapa Kita Harus Mencintai Anak Yatim Piatu ?

Minggu, 8 Februari 2015 12:26:33 - oleh : admin
Kenapa Kita Harus Mencintai Anak Yatim Piatu ?

Kenapa Kita Harus Mencintai Anak Yatim Piatu ?


KI JAGAD ASMORO-Setelah kemarin sempat menulis tentang anak yatim
piatu, bukan pada artian sebenarnya. Ternyata mengusik saya untuk lebih
mengetahui beragam hal dibalik keutamaan anak yatim piatu. Terlebih
saat mengetahui bahwa kata "Yatim"
disebutkan dalam Al Quran sebanyak 23 kali. Ini menandakan besarnya
perhatian agama yang saat ini sedang dalam kenikmatan bulan Ramadhan.
Juga pada catatan kemarin, saya menyebutkan bahwa Rasulullah saw sangat
mencintai anak yatim piatu.


Anak Yatim Piatu adalah Jalan Bagi Umat Muslim Untuk Menjadi Pendamping Rasulullah saw di Surga
Dalam hadits riwayat Muslim, Rasulullah saw mengatakan "Aku dan orang
memelihara anak yatim piatu seperti ini" sambil mengangkat dua jari,
telunjuk dan jari tengah bersamaan.
Anak Yatim Piatu adalah Obat.

Pernah ada seorang pemuda menemui Rasulullah saw untuk mengeluhkan
hatinya yang sedang risau dan cenderung bersikap kasar. Rasulullah saw
berkata pada pemuda itu, "Maukah hatimu menjadi lembut dan kebutuhanmu
terpenuhi? Sayangilah anak yatim, usaplah kepalanya, berilah makan dia
dari apa yang menjadi makananmu. Pasti hatimu akan lembut dan
kebutuhanmu akan terpenuhi (HR. Ath Tharbani, dihasanahkan oleh Al
Albani)
Anak Yatim Piatu merupakan Sumber Pahala yang Sangat Besar
Nabi Muhammad saw juga pernah mengatakan, "Barang siapa yang mengusap
kepala anak yatim, karena Allah, maka ia mendapat pahala setiap lembar
rambut yang diusapnya itu satu banyak kebaikan (HR. Ahmad)
Dari beberapa riwayat ini saja, kita bisa merasakan betul keutamaan dari
mencintai anak yatim piatu. Semakin besar cinta kita terhadap anak
yatim, maka semakin besar pula pahala, kebaikan, kebahagiaan, dan
kemakmuran yang dijanjikan kepada kita sebagai umat muslim.

Anak yatim piatu, mereka tidak mempunyai ayah dan ibu yang seringkali
tergambarkan dalam benak kita sebagai sosok yang penuh kepedihan, tanpa
masa depan, terabaikan. Bahkan hampir-hampir menyamakannya seperti
layaknya gelandangan (dalam opini saya), ternyata menjanjikan berbagai
macam kebaikan yang seharusnya layak digali sebagai sumber kekayaan masa
depan kita kelak.

Banyak anak yatim piatu disekitar kita. Begitupula dengan yang peduli
dengan masa depan mereka. Mulai dari perorangan yang secara pribadi
merawat dan mendidik anak yatim piatu, hingga badan amal dan lembaga
zakat berskala besar yang juga tidak henti-hentinya mengumpulkan dana
untuk kebutuhan khususnya bagi anak yatim piatu.

Jadi saya tidak perlu mengumbar semangat untuk mengajak Anda menyantuni
anak yatim piatu. Karena saya sangat yakin sudah banyak yang melakukan
itu.

Perhatian saya disini masih terkait dengan catatan saya kemarin. Yakni
bagaimana kita, sebagai orang tua, mau memberikan perhatian khusus
terhadap kompetensi kita sebagai orang tua "super" sehingga mampu
melangkapi kebahagian anak. Sehingga mereka tidak merasa yatim piatu
akibat orang tua yang tidak peduli, memberi kasih sayang, pendidikan
layak, hak untuk bertumbuh dan kebahagian seutuhnya.

Seperti beberapa sabada Rasulullah saw yang saya tuliskan diatas. Ketika
kita peduli pada anak yatim piatu, begitu besar kebaikan yang bisa kita
raih. Tapi, bagaimana mungkin kita mampu melakukan hal itu secara
sempurna kalau terhadap darah daging sendiri saja masih belum sepenuhnya
bisa?


sumber : ki-jagadasmoro.blogspot.com/2012/01/cintai-anak-yatim-piatukenapa.html


activate javascript





 

kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "Kisah Donatur (Dahsyatnya Sedekah),Yatim Piatu Dll" Lainnya

Asma'ul Husna

Mutiara Hikmah Hari Ini

Pesan Singkat Anda

Team Support

Supeno

Indra Saksono

 

 CALL / SMS :

Cik Noi: 0813 5980 2025

Bp.Sugeng: 0812 3351 6187

Ibu Hanik: 0856 0871 4373

Bp.Nawawi: 0813 3531 9772

Bp.Mukhson:0851 02791925

Sdr.Masruchin:085232278474

 

Gabung Di Facebook

Kajian Islami

PELUANG JADI PENGUSAHA