Amal Yang Membuka Pintu Syurga

Jum`at, 7 Maret 2008 01:33:17 - oleh : admin

 


Suatu Pagi, Sunan Yatim duduk di Latar Pomahan Pondok,
Sambil Sarapan Ubi Rebus Kegemaranya, dan tidak lupa secankir Teh Hangat, Bercerita Ringan dengan Anak Yatim di Pondok Yatim :

Ini cerita Tentang Ali bin Abi Thalib dan Istrinya, Suatu hari beliau pulang lebih awal menjelang ashar. Fatimah binti Rasulullah menyambut kedatangan suaminya yang sehari suntuk mencari rezeki dengan sukacita. Siapa tahu Ali membawa uang lebih banyak kerana keperluan di rumah makin besar.

Sesudah melepas lelah, Ali berkata kepada Fatimah. "Maaf sayangku, kali ini aku tidak membawa uang Serupiahpun."Fatimah menyahut sambil tersenyum, "Memang yang mengatur rezeki tidak duduk di pasar, bukan? Yang memiliki kuasa itu adalah ALLAH Ta'ala." "Terima kasih," jawab Ali.

Matanya memberat, ada yang menggelayut, lantaran isterinya begitu tawakkal. Padahal keperluan dapur sudah habis sama sekali. Pun begitu Fatimah tidak menunjukan sikap kecewa atau sedih.

Ali lalu berangkat ke masjid untuk menjalankan sholat berjamaah. Sepulang dari sembahyang, di jalan ia dihentikan oleh seorang tua. "Maaf anak muda, betulkah engkau Ali anaknya Abu Thalib?" Ali menjawab dengan heran. "Ya betul. Ada apa, Tuan?".

Orang tua itu mencari kedalam tasnya sesuatu seraya berkata: "Dahulu ayahmu pernah kusuruh menyamak kulit. Aku belum sempat membayar upahnya, ayahmu sudah meninggal. Jadi, terimalah uang ini, sebab engkaulah ahli warisnya."

Dengan gembira Ali mengambil haknya dari orang itu sebanyak 30 dinar.
Tentu saja Fatimah sangat gembira memperoleh rezeki yang tidak di sangka-sangka ketika Ali menceritakan kejadian itu. Dan ia menyuruh membelanjakannya semua agar tidak pusing-pusing lagi merisaukan keperluan sehari-hari.

Ali pun bergegas berangkat ke pasar. Sebelum masuk ke dalam pasar, ia melihat seorang fakir menadahkan tangan, "Siapakah yang mau menghutangkan hartanya kerana Allah, bersedekahlah kepada saya, seorang musafir yang kehabisan bekal di perjalanan." Tanpa berfikir panjang, Ali memberikan seluruh uangnya kepada orang itu.

Pada waktu ia pulang dan Fatimah keheranan melihat suaminya tidak membawa apa-apa, Ali menerangkan peristiwa yang baru saja dialaminya. Fatimah, masih dalam senyum, berkata, "Keputusan kanda adalah yang juga akan saya lakukan seandainya saya yang mengalaminya. Lebih baik kita menghutangkan harta kerana Allah daripada bersifat bakhil yang di murkai-Nya, dan yang menutup pintu syurga untuk kita."

AllahulGhoniy,
Allah Maha Kaya.

kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "Kisah Donatur (Dahsyatnya Sedekah),Yatim Piatu Dll" Lainnya

GALLERY PANTI.

Pesan Singkat Anda

Team Support

 


 CALL / SMS :

Bp.Mukhson:0851 02791925

Ibu Hanik: 0856 0871 4373

Ibu Masithoh: 0816 1529 5925

Cik Noi: 0813 5980 2025

Bp.Sugeng: 0812 3351 6187

Bp.Nawawi: 0813 3531 9772

 

Gabung Di Facebook