Memaknai Kehidupan yang Fana dengan Gaya Hidup Islami

Senin, 26 Juli 2021 09:39:20 - oleh : admin
Memaknai Kehidupan yang Fana dengan Gaya Hidup Islami


“MEMAKNAI
KEHIDUPAN YANG FANA DENGAN GAYA HIDUP ISLAMI”


 


Manusia diciptakan Allah SWT sebagai khalifah
di muka bumi. Sebagai khalifah, manusia tentu memiliki tugas dan tanggung jawab
yang berat. Allah SWT menganugerahi manusia suatu kemampuan yang tidak dimiliki
makhluk lain, yaitu kemampuan berpikir dan kemampuan fisik. Hal itu dimaksudkan
untuk membantu manusia dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai khalifah di
bumi. Dengan kemampuan berpikirnya, manusia dapat membedakan hal-hal yang baik
dan buruk di dalam kehidupan yang fana ini. Dengan anugerah tersebut manusia
dalam kesehariannya dapat mengambil yang bermanfaat bagi dirinya maupun orang
lain, serta mampu mencegah sesuatu yang dapat berakibat buruk bagi dirinya juga
orang lain. Sedangkan kemampuan fisik yang dimiliknya, manusia dapat berusaha
dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan dalam hidupnya.


Dalam kehidupan manusia sehari-hari islam
hadir untuk mengatur kehidupan manusia di dunia fana ini, dengan berlandaskan
pada kitab suci Al-Qur’an yang turun sebagai kitab suci untuk seluruh umat
manusia dari awal peradaban manusia hingga kelak pada hari akhir zaman. Allah
adalah satu – satunya Tuhan yang disembah oleh umat manusia, dan Nabi Muhammad
adalah salah satu utusan dari Allah untuk mengarahkan umat manusia kepada jalan
yang benar. Islam menyebar secara luas, baik itu dalam ilmu pengetahuannya
hingga aturan-aturan yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad ke seluruh penjuru
dunia.


Saat kita ditanya apa artinya Islam, maka kita
jawab “Islam artinya damai”. Saat  kita ditanya apa itu agama. Maka
jawabnya, “Agama adalah ilmu yang mengajarkan sistem atau metode dalam hidup di
dunia”. Saat kita ditanya apa hakikat ajaran agama Islam, maka kita jawab dalam
satu kalimat singkat, yaitu “Ajaran Ke-Esaan Ilahi”, atau “Ajaran Tauhid”. Dan
saat kita ditanya hubungan antara ajaran Islam dan kehidupan, maka uraiannya
akan panjang dan meluas, seluas kehidupan yang tak bertepi.


Ada dua hal yang umumnya dicari oleh manusia
dalam kehidupan ini. Yang pertama ialah kebaikan (
al-khair) dan yang kedua ialah
kebahagiaan (
as-sa’adah). Dua hal tersebut yang harus dipenuhi oleh manusia yang
menginginkan kehidupan yang sempurna dan luar biasa. Walaupun pada kenyataannya
tidak ada yang sempurna dan luar biasa di dunia ini kecuali Allah SWT. Jika dua
hal tersebut terpenuhi dalam setiap perjalanan hidup manusia, jelas akan
membuat manusia merasakan ketentraman lahir dan batin. Hanya saja, untuk
mewujudkan kedua hal tersebut memang bukanlah sesuatu yang mudah. Masing-masing
orang mempunyai pandangan yang berbeda ketika memahami hakikat keduanya,
perbedaan inilah yang mendasari munculnya bermacam ragam gaya hidup manusia.


Perbedaan cara pandang yang akhirnya menjadi
perbedaan persepsi itu memunculkan beragam cara hidup atau yang lebih populer
disebut sebagai perbedaan gaya hidup. Bagi umat muslim, gaya hidup setiap
individu telah diatur oleh Allah dan Rasul-Nya melalui Al Qur’an dan As Sunnah.
Keduanya adalah penuntun yang paling tepat untuk menuju ke arah jalan yang
lebih lurus. Namun, seiring perkembangan zaman sepertinya telah mengubah
sebagian besar kaum muslim dalam memahami tuntunan dalam menjalani hidup. Saat
ini sebagian orang memang bergaya hedonis, suka berfoya foya dan hanya
memikirkan kepentingan duniawi saja. Sungguh hal tersebut sangat bertentangan
dengan gaya hidup sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya.


Dalam pandangan Islam gaya hidup dapat
dikelompokkan menjadi dua golongan, pertama gaya hidup Islami dan kedua gaya
hidup jahili. Gaya hidup Islami mempunyai landasan yang mutlak dan kuat, yaitu
tauhid. Inilah gaya hidup orang beriman. Adapun gaya hidup jahili, landasannya
bersifat relatif dan rapuh penuh dengan nuansa kesyirikan, inilah gaya hidup
orang kafir. Setiap individu muslim sudah menjadi keharusan baginya untuk
memilih gaya hidup Islami dalam menjalani hidup dan kehidupannya. Hal ini
sejalan dengan firman Allah SWT berikut ini yang artinya:


قُلۡ هَٰذِهِۦ سَبِيلِيٓ أَدۡعُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا۠ وَمَنِ ٱتَّبَعَنِيۖ وَسُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ 


“Katakanlah: “Inilah jalan
(agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah
dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang
musyrik.” (QS. Yusuf: 108)


Berdasarkan arti ayat tersebut, jelaslah bahwa
bergaya hidup Islami hukumnya wajib bagi setiap muslim, dan gaya hidup jahili
adalah haram hukumnya. Hanya saja dalam kenyataan justru membuat kita sangat
prihatin, sebab justru gaya hidup jahili yang diharamkan itulah yang
mendominasi sebagian besar gaya hidup umat Islam. Fenomena ini persis seperti
yang pernah disinyalir oleh Rasulullah SAW. Beliau bersabda:


“Tidak akan terjadi kiamat
sebelum umatku mengikuti jejak umat beberapa abad sebelumnya, sejengkal demi
sejengkal dan sehasta demi sehasta”. Ditanyakan kepada Rasulullah, “Ya
Rasulullah, mengikuti orang Persia dan Romawi?” Beliau menjawab, “Siapa lagi
kalau bukan mereka?”. (HR. al-Bukhari dari Abu Hurairah, shahih)


Berikut ini adalah beberapa Prinsip Gaya Hidup
Islami yang Diridhai Allah :



  • Berniat Untuk Ibadah.


Dalam menjalankan suatu hal di dunia ini, baik
untuk hal yang berbau modern ataupun konvensional semuanya harus dilandasi
dengan niat ibadah kepada Allah.



  • Baik dan Pantas


Segala gaya yang dapat dilakukan dalam
kehidupan harus berlandaskan pada dasar baik dan pantas, dalam arti harus
sesuai dengan syariat, akal sehat, serta adat istiadat.



  • Halal dan Thayib


Segala hal yang dikenakan untuk menunjang gaya
hidup harus bersifat halal secara hukum islam, serta thayib atau tidak akan
merugikan atau menyakiti siapa pun.



  • Tanpa Kebohongan


Kehidupan dalam Islam sangat dilarang
mengandung kebohongan, semua orang harus memiliki kejujuran sebagai dasar utama
dalam menjalani kehidupan duniawi.



  • Tidak Berlebihan


Gaya hidup islami juga melarang seseorang
untuk bersikap berlebihan, sebab hal tersebut hanya akan merugikan diri sendiri
dan orang orang disekitarnya. Allah tidak menyukai orang orang yang gemar
memubadzirkan sesuatu.


Berpola hidup sederhana harus dibudayakan dan
dilakukan untuk umat Islam. Tak terkecuali di lingkungan terdekat kita dan
keluarga kita. Kalau orang tua memberikan contoh pada anak-anaknya tentang
kesederhanaan, maka anak akan terjaga dari merasa dirinya lebih dari orang
lain, tidak senang dengan kemewahan, dan mampu mengendalikan diri dari hidup
bermewah-mewah. Sederhana adalah suatu keindahan. Mengapa? Karena seseorang
yang sederhana akan mudah melepaskan diri dari kesombongan dan lebih mudah
merasakan penderitaan orang lain. Jadi, bagi orang yang merasa penampilannya
kurang indah, perindahlah dengan kesederhanaan. Sederhana adalah buah dari
kekuatan mengendalikan keinginan.


Dalam Islam, kaya itu bukan hal yang dilarang,
bahkan dianjurkan. Perintah zakat bisa dipenuhi kalau kita punya harta, demikian
pula perintah haji dan banyak kebaikan lainnya bergantung pada kekayaan. Yang
dilarang itu adalah berlebih-lebihan dan bermewah-mewahan. Hal tersbut bukan
berarti mengajak untuk miskin, tapi mengajak agar kita berhati-hati dengan
keinginan hidup mewah. Satu hal yang penting, ternyata di negara manapun orang
yang bersahaja itu lebih disegani, lebih dihormati daripada orang yang
bergelimang kemewahan.


Nabi Muhammad adalah sosok yang sangat
sederhana. Walaupun harta beliau sangat banyak, rumah beliau sangatlah
sederhana, tidak ada singgasana, tidak ada mahkota walaupun jika beliau mau hal
itu akan sangatlah mudah beliau dapatkan. Lalu, untuk apa Nabi Muhammad
memiliki harta? Beliau menggunakan harta tersebut untuk menyebarkan risalah
Islam, berdakwah, membantu fakir miskin, dan memberdayakan orang-orang yang
lemah. Dari apa yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW, kita harus kaya dan harus
mendistribusikan kekayaan tersebut kepada orang lain sebanyak-banyaknya,
terutama untuk orang terdekat.


Maka, bila kita memiliki uang dan kebutuhan
keluarga telah terpenuhi, bersihkan dari hak orang lain dengan berzakat. Kalau
masih ada lebih, maka siapkan untuk kerabat yang membutuhkan. Kekayaan kita
harus dapat dinikmati banyak orang. Sederhana dan tidak berlebihan akan menjadikan
kita memiliki anggaran berlebih untuk ibadah, untuk meningkatkan kemampuan kita
beramal saleh menolong sesama. Bukankah perilaku hemat dan hidup sederhana akan
membantu dan meringankan kita di masa depan? Pentingnya hidup hemat dan
kesederhanaan merupakan langkah terbaik yang kita lakukan dalam kehidupan
sehari-hari.


Kita harus ingat bahwa Allah menunjuk kita
sebagai khalifah di muka bumi


وَهُوَ ٱلَّذِي جَعَلَكُمۡ خَلَٰٓئِفَ ٱلۡأَرۡضِ وَرَفَعَ بَعۡضَكُمۡ فَوۡقَ بَعۡضٖ دَرَجَٰتٖ لِّيَبۡلُوَكُمۡ فِي مَآ ءَاتَىٰكُمۡۗ إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ ٱلۡعِقَابِ وَإِنَّهُۥ لَغَفُورٞ رَّحِيمُۢ 


“Dan Dialah yang menjadikan
kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas
sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang
diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan
sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
.” [QS. Al-An’am:165]


Setiap Muslim adalah pelayan bagi bumi, dan
Islam adalah agama yang adil. Kita harus berusaha untuk hidup dalam keselarasan
dan kesederhaaan agar ketenangan jiwa dan ketentraman selalu dalam hati kita
yang Insyaa Allah akan membawa kita lebih dekat kepada Allah. Hidup hanya
sekali gunakan hidup untuk kebaikan dan kebermanfaatan untuk orang lain. Semoga
kita semua termasuk orang-orang yang beruntung. Wallahu alam bishawab.
(Muhammad Anant Adji)


Artikel dari DK Amalia (http://mgt.unida.gontor.ac.id/memaknai-kehidupan-yang-fana-dengan-gaya-hidup-islami/)


 


kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "Motivasi & Santapan Rohani" Lainnya

GALLERY PANTI.

Pesan Singkat Anda

Team Support

 


 CALL / SMS :

Bp.Mukhson:0851 02791925

Ibu Hanik: 0856 0871 4373

Ibu Masithoh: 0816 1529 5925

Cik Noi: 0813 5980 2025

Bp.Sugeng: 0812 3351 6187

Bp.Nawawi: 0813 3531 9772

 

Gabung Di Facebook