Kami Sayang Kamu : Menyayangi Yatim Piatu Dengan Sepenuh Hati
Rubrik : Kisah Donatur (Dahsyatnya Sedekah),Yatim Piatu Dll
Meraih Rezeki dengan Berinfaq
2008-03-07 01:39:42 - by : admin

Disuatu malam di serambi kantor Pondok Yatim Sunan yatim duduk bersila melingkar bersama-sama keempat santrinya yang Sholeh (surya, febri, rifki dan Sigit), rupanya Sunan yatim sedang mengajarkan tentang hikmah memberi dan berinfaq kepada murid-muridnya,

Akhi Ketahuilah barang siapa yang suka berinfaq di jalan Allah dan memberi dengan ikhlas , maka sesungguhnya kita akan menjadi Kaya, Karena kita akan mendapatkan gantinya dari Allah Swt dengan berlipat, “ Ibarat memancing, jika mau berharap mendapat ikan, kita mesti bersedia mengeluarkan umpan” semakin bagus dan bagus umpannya semakin banyak ikan di dapat. begitulah Sunan memberi perumpamaan kepada santrinya

Rifki salah satu santrinya yang agak pendiam tiba-tiba terlihat antusias menanggapi penyataan sunan yatim, lalu bertanya, sunan adakah janji Allah terhadap orang-orang yang berinfaq? Ya Allah berfirman

“ Dan barang siapa yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan dia maha pemberi rezeki yang sebaik-baiknya”, (Q.S Saba: 39).

Subhanalloh ternyata Allah maha pemurah, Surya tertegun, lalu bertanya lagi “Adakah cerita dari para sahabat Nabi tentang kisah Berinfaq Sunan? “Ya ada” ! sunan menjawab;

Dikisahkan “ Ali Bin Abi Thalib membawa satu buah delima pesanan untuk istrinya tercinta yang cantik dan Sholehah putrid Rasululloh Fatimah Az Zahra yang sedang sakit, di tengah jalan tiba-tiba dia bertemu dengan lelaki tua yang menginginkan buah tersebut, mulanya Ali sangat berat hati untuk memberikan buah delima tersebut karena teringat kepada istri tercintanya Fatimah Az Zahro yang sedang sakit menunggunya dirumah, Ali begitu dilemma tetapi tiba-tiba saja Ali ingat dengan janji Allah

“Barangsiapa membawa amal yang baik maka Baginya (pahala) sepuluh kali lipat” (Q.S Al an`am : 106).

Sesampainya dirumah Fatimah menyambutnya dengan wajah yang berseri, Lalu bertanya kepada Ali mengapa engkau murung wahai suamiku? dengan perasaan gundah takut mengecewakan Istrinya akhirnya Ali menceritakan kejadian tersebut kepada Fatimah, Subhanalloh alangkah terkejut Ali ternyata sang istri tercinta Fatimah hanya tersenyum lembut dan tulus seraya berkata, Insya Allah pasti Allah akan mengganti dengan yang lebih baik,

Tak lama berselang benar saja tiba-tiba Salman Al farisi datang membawa sembilan buah delima, dan Ali sempat protes “Wahai salman kenapa engkau hanya memberi sembilan”, Jika benar ini balasan dari Allah untukku seharusnya berjumlah sepuluh wahai salman, karena Ali yakin akan balasan dari Allah. Dan ternyata benar rupanya Salman ingin mengujinya dengan menyembunyikan satu buah buah delima dibalik pakaiannya, dan akhirnnya genap menjadi sepuluh. akhi itulah kisah manis dari Ali , Fatimah dan Salman……subhanalloh Allohu Ghaniy

“Apakah Allah hanya akan mengganti sepuluh saja Sunan? apakah Allah bisa memberi pahala lebih dari sepuluh Sunan”? kali ini Febri yang bertanya kepada Sunan, “tentu” kata sunan “Bahkan ganti dari Allah tidak terhingga sebagai mana Allah memberikan perumpamaan dalam Firmannya

“Orang yang menafkahkan hartanya dijalan Allah seperti menanam benih yang menumbuhkan tujuh bulir, setiap bulirnya menghasilkan seratus biji (Q.S Albaqoroh : 261)

Kalo begitu artinya orang yang berinfaq akan mendapatkan ganti dan orang yang tidak berinfaq hartanya tidak mendapat ganti!.....Sigit yang semula diam akhirnya ikut bersuara, “ Benar apa yang antum katakana akhi” Sunan menegaskan.“Tapi mengapa sampai dengan saat ini banyak manusia tidak sadar untuk berinfaq padahal sudah mampu Sunan”?..sigit bertanya dengan penuh nada kecewa.


Sunan menjawab sambil menghela nafas panjang. Hmm…ya Kesadaran berinfaq memang tidak akan datang begtu saja akhi, sebab setan akan sanantiasa menggoda manusia dengan tipu daya agar manusia tidak berinfaq dengan cara menakuti manusia dengan kemiskinan, “siapa yang memberikan hartanya maka hartanya akan habis dan berkurang lalu miskin demikian tipu daya setan menggoda manusia, akan tetapi sebenarnya tidak Allah akan mengganti dengan menjanjikan ampunan serta karunia pengganti yang lebih baik. sebagaimana dalam firman Allah

“ Setan Menjanjikan (menakut-nakuti kamu) dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedangkan Allah menjanjikan untukmu ampunan dari-Nya dan Karunia. Dan Allah maha Luas karunuianya dan Allah maha mnengetahui. (Q.S. Al Baqoroh: 268)

Lalu apakah balasan itu wujudnya sama seperti yang kita infaqan sunan?, sigit bertanya, sunan menjawab “Tentu tidak selalu, “ Suanan Lalu menjelaskan

“Boleh jadi antum berinfaq materi maka balasan Allah adalah berupa kemudahan antum mendapat rezeki, Boleh jadi antum berinfaq antum segera mendapat balasannya di dunia, tapi boleh jadi juga antum tidak mendapat balasan di dunia tapi antum mendapat balasan Allah di akhirat kelak berupa ampunan Allah dan syafa`at”.

“Yang penting kita ikhlas mengharap ridho Allah semata. Dan kita berinfaq bukan ingin mendapat balasan materi, soal apakah Allah akan membalasnya itu urusan Allah yang penting kita niat ikhlas” SUnan menjelaskan dengan detail

Lalu apa saja yang harus kita Infaqan sunan? Surya bertanya lagi kepada Sunan; “Antum bisa menginfaqan harta apa saja yang antum miliki dan mampu antum berikan”, Lalu apa sebaik baik pemberian sunan? “sebaik-baik pemberian adalah memberi makan anak yatim, dan memberi nafkah orang yang menuntut ilmu syar`I”.

“Kalo gitu ana mau infaq untuk pondok yatim saja Sunan dan berinfaq untuk pendidikan anak-anak yatim bukankah itu investasi dunia akhirat”, Surya menimpali, “Antum benar akhi subhanalloh ternyata antum makin cerdas” sunan tersenyum bahagia dengan santrinya yang satu ini

Ditengah keseriusan tiba-tiba Sigit bergumam, kalo begitu ana juga harus segera berinfaq sunan…dengan buah delima biar Allah memberikan ana mendapat kemudahan dalam mendapatkan sesuatu, “seperti Ali mendapatkan fatimah hehehe”….Sigit sambil tertawa geli dan tersipu malu.

“Huuuu…..kalo itu sih berinfaq tapi ada maunya” surya tiba-tiba sedikit sewot,…. “ bener tuh kalo itu mah infaqnya gak ikhlas atuh namanya”….. Febri menambahi. “ Infaqnya bukan karena Allah tapi karena Akhwat Rifki pun ikut bersuara

“Eh….sudah-sudah…isbir ya akhi antum ini kok malah ngributin akhwat toh” afwan….Jiddan maksud akh Sigit tuh Cuma bercanda ….Sunan mencoba menengahi…dan akhirnya semua tertawa riang….gembira


sumber ; pondokyatim.multiply

Kami Sayang Kamu : Menyayangi Yatim Piatu Dengan Sepenuh Hati : http://KamiSayangKamu.com
Versi Online : http://KamiSayangKamu.com/article/13/meraih-rezeki-dengan-berinfaq.html