Kami Sayang Kamu : Menyayangi Yatim Piatu Dengan Sepenuh Hati
Rubrik : Kisah Donatur (Dahsyatnya Sedekah),Yatim Piatu Dll
100.000 kali
2008-03-07 01:48:06 - by : admin

Suatu Pagi di Pinggir Sungai di Belakang pondok, Sunan Yatim bertanya pada Santrinya ; ”Kalau kita menanam satu benih padi, bepara akan tumbuh dan berbuah ?” ”Ya, Satu Sunan....” Jawab Santri, ”Bisa Nggak Hasilnya Seratus ribu ?” Tanya Sunan Lagi. ”Bagaimana Sunan ? supaya Seratus dua puluh ribu ?”


Sunan lalu Bertutur sambil Senyum, " Bejo suatu hari keluar membawa satu Kilogram Geplak, Makanan Khas di Bantul, lalu ia menjualnya sepuluh ribu rupiah dan rencananya uang tersebut untuk membeli beras untuk di masak istrinya.
Ketika pulang, ia melewati dua orang yang sedang bertengkar. lalu bertanya, 'Ada apa?Kenapa Bertengkar?' Mereka memberitahu bahwa keduanya bertengkar karena uang sepuluh ribu. Maka, Bejo berikan uang sepuluh ribu tersebut kepada kedua-nya, dan kedua orang tersebut bisa damai.


Bejo lalu mendatangi isterinya seraya mengabarkan apa yang telah terjadi. Sang isteri lalu mengumpulkan beberapa perkakas rumah tangga. Bejo pun berangkat kembali untuk menggadaikannya, tetapi barang-barang itu tidak laku.
Tiba-tiba bejo berpapasan dengan laki-laki yang membawa ikan dari pantai parangtritis yang yang sudah basi. Orang itu lalu berkata kepadanya, 'Engkau membawa sesuatu yang tidak laku, demikian pula dengan yang saya bawa. Apakah Anda mau menukarnya dengan barang (daganganku)?' Bejo pun  mengiyakan. Ikan itu pun dibawanya pulang. Kepada isterinya ia berkata, 'Mbokne, segeralah masak ikan ini, kita hampir tak berdaya karena lapar!' Maka sang isteri segera mengurus ikan tersebut. Lalu dibelahnya perut ikan tersebut. Tiba-tiba sebuah mutiara keluar dari perut ikan tersebut.
Wanita itu pun berkata gembira, 'Pakne, dari perut ikan ini keluar sesuatu yang lebih kecil daripada telur ayam, ia hampir sebesar telur burung dara'.


'Perlihatkanlah kepadaku!' Maka ia melihat sesuatu yang tak pernah dilihatnya sepanjang hidupnya. Pikirannya melayang, hatinya berdebar. Ia lalu berkata kepada isterinya, 'Saya kira ini adalah mutiara!' Sang isteri menyahut, 'Tahukah berapa nilai muti-ara ini?' 'Tidak, tetapi aku mengetahui siapa orang yang pintar dalam hal ini', jawab suaminya.


Bejo lalu mengambil mutiara itu. Ia segera  pergi ke tempat para penjual mutiara di Pasar Bantul. Ia menghampiri kawannya yang ahli di bidang mutiara. Ia mengucapkan salam kepadanya, sang kawan pun menja-wab salamnya.


Selanjutnya ia berbicara kepadanya seraya mengeluarkan sesuatu sebesar telur burung dara. 'Tahu-kah Anda, berapa nilai ini?', ia bertanya. Orang itu ber-kata, 'Aku hargai barang itu 100 juta.'Ya', Bejo pun setuju. Lalu harta itu ditimbangnya. Maka pada hari itu, ia membawa uang seratus juta rupiah. Uang itu pun ia bawa ke rumahnya untuk disimpan.


Tiba-tiba di pintu rumahnya ada seorang fakir yang meminta-minta. Bejo berkata, 'Ambillah separuh dari hartaku ini. Maka, orang fakir itu mengambil 50 Juta uang dan dibawanya. Setelah agak menjauh, ia kembali lagi seraya berkata, 'Sebenarnya aku bukanlah orang miskin atau fakir, tetapi Allah Ta'ala telah mengutusku kepadamu, yakni Dzat yang telah mengganti sepuluhribudengan 2 Milyar. Dan ini yang diberikanNya kepadamu adalah baru seratus juta, dan Dia menyimpan untuk-mu 19 yang lain.


Subhanallah , AllahulGhaniy , begitu Santri selalu Berdzikir Spontan dan Khas Pondok Yatim ” Bisa untuk Beli Mobil dong, yang setengah Pakai nggak apa.
Bisa untuk Nganter Ngaji dan sekolah... ”


”Wah mesti Atun Ki.... , Ya kalau ada segitu untuk pembangunan Pondok saja, yang masih Ngontrak, jadi amal jariah lagi, dan akan berlipat lagi... ” Ujar sunan dengan Bijak


Subhanallah , AllahulGhaniy, Allah Maha Kaya.


sumber : pondokyatim.multiply

Kami Sayang Kamu : Menyayangi Yatim Piatu Dengan Sepenuh Hati : http://KamiSayangKamu.com
Versi Online : http://KamiSayangKamu.com/article/14/100000-kali.html